Share It

Jumat, 04 Mei 2012

LAPORAN PRAKERIN TKJ

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Praktik Kerja Industri  (PRAKERIN)
Praktek Kerja Indutri (PRAKERIN) adalah suatu bentuk penyelenggaraan dari sekolah yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program  pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional. Dimana keahlian profesional tersebut hanya dapat dibentuk melalui tiga unsur utama yaitu ilmu pengetahuan, teknik dan kiat. Ilmu pengetahuan dan teknik dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan dimana saja kita berada, sedangkan kiat tidak dapat diajarkan tetapi dapat dikuasai melalui proses mengerjakan langsung pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri. Pendidikan Sistem Ganda dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang professional dibidangnya. Melalui Pendidikan Sistem Ganda diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang profesional tersebut. Dimana para siswa yang melaksanakan Pendidikan tersebut diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat dan sekaligus mempelajari dunia industri. Tanpa diadakannya “ Pendidikan Sistem Ganda”  ini kita tidak dapat langsung terjun ke dunia industri karena kita belum mengetahui kondisi lingkungan kerja.
Ada beberapa peraturan tentang Paktek Kerja Industri (PRAKERIN) dan putusan Menteri. Adapun peraturan Praktek Kerja Industri(PRAKERIN) adalah sebagai berikut:
1.    Tercantum pada UU. No. 2 tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional yaitu untuk menyiapkan peseta didik melalui kegiataan bimbingan, pengajaran,  dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
2.    Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah yang bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya, alam sekitar, dan meningkatkan pengetahuan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi(IPTEK) serta kebudayaan
3.    Peraturan pemerintah No. 39 tahun 1992 tentang peran serta masyarakat dalam Pendidikan Nasional serta
4.    Keputusan Menteri No. 0490/1993 tentang Kurikulum SMK yang berisi bahwa “Dalam melaksanakan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur yaitu Pendidikan didalam sekolah dan Pendidikan diluar sekolah”.

B.    Tujuan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN)
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) adalah merupakan suatu sistem pembelajaran yang dilakukan diluar Proses Belajar Mengajar dan dilaksanakan pada perusahaan/industri atau instansi yang relevan. Secara umum pelaksanaan program Praktek Kerja Industri ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dibidang teknologi, penyesuaian diri dengan situasi yang sebenarnya, mengumpulkan informasi dan menulis laporan yang berkaitan langsung dengan tujuan khusus. Setelah siswa melaksanakan program Praktek Kerja Industri secara khusus siswa diharapkan memperoleh pengalaman yang mencakup tinjauan tentang perusahaan, dan kegiatan-kegiatan praktek yang berhubungan langsung dengan teknologi. Dan mempersiapkan para siswa/siswi untuk belajar bekerja secara mandiri, bekerja dalam suatu tim dan mengembangkan potensi dan keahlian sesuai dengan minat dan bakat masing-masing Penyelenggaraan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) pada SMK    bertujuan untuk:
1.    Menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas, yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan pekerjaan.
2.    Memperkokoh “link and match” antara SMK dan dunia kerja.
3.    Meningkatkan efektifitas dan efesiensi proses pendidikan dan pelatihan kerja berkualitas.
4.    Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.

C.    Sasaran pokok Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)
Melihat kenyataan diatas, Dikmenjur menetapkan strategi operasional yang berdasarka kepada kebijakan “Link and Match” (kesesuaian dan kesepadanan) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dalam model penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda. Pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional, PP Nomor 20 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah, PP Nomor 39 1992 tentang peran serta masyarakat dalam Pendidikan Nasional, Kepmendikbud Nomor 080/U/1992 tentang Sekolah Menengah Kejuruan dan Kepmendikbud Nomor 080/U/1993 tentang kurikulum SMK.

D.    Tujuan pembuatan Laporan Praktek Kerja Industri  (PRAKERIN)
Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah agar para siswa dapat melatih jiwa mandiri, berani, tanggung jawab serta disiplin. Selain itu juga dapat mengkaji ilmu terapan di lapangan dengan sekolah. Adapun isi laporan yang harus disusun para siswa adalah hasil kegiatan selama PRAKERIN. Tujuan dari pembuatan laporan tersebut antara lain adalah :
1.    Untuk mengetahui perkembangan siswa selama mengikuti Praktek Kerja Industri.
2.    Sebagai pertanggung jawaban atas tugas yang diberikan Sekolah kepada para siswa sehubungan dengan pelaksanaan PRAKERIN.
3.    Menambah perbendaharaan perpustakaan Sekolah dan sebagai pengetahuan bagi siswa angkatan selanjutnya.
4.    Sebagai latihan bagi siswa dalam membuat sebuah laporan kegiatan.
5.    Sebagai bukti bahwa siswa telah melakukan praktek yang di lakukan di DU/DI (Dunia Industri).
6.    Sebagai syarat mengikuti Ujian Nasional. Untuk mengetahui perkembangan siswa selama mengikuti Praktek di Dunia Usaha/Industri

E.    Metode Pengumpulan Data
Metode untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan dalam menyusun laporan kami mengambil metode wawancara.  Metode ini merupakan metode yang paling efektif dalalam  mengumpulkan data-data yang diperlukan. Dengan metode ini penulis secara langsung melakukan wawancara dengan pembimbing di lapangan dan karyawan. Data-data yang diperoleh dengan metode ini antara lain ;
1.    Gambaran Umum Perusahaan/Instansi
2.    Struktur Organisasi Perusahaan
3.    Visi dan Misi Perusahaan
4.    Kegiatan Perusahaan
5.    Inventarisasi tentang alat-alat dan benda-benda yang di kerjakan di tempat   Prakerin.

F.    Sistematika Penulisan Laporan Praktek Kerja Industri
Penulisan Laporan Praktek Kerja Industri terdiri atas 3 (tiga) bab dengan perincian sebagai berikut
BAB I        PENDAHULUAN
Bab ini akan membahas Latar Belakang Pelaksanaan Laporan Praktek Kerja Industri, Tujuan Praktek Kerja Industri, Sasaran pokok Praktik Kerja Industri, Tujuan pembuatan laporan Praktik Kerja Industri, Metode pengumpulan Data, dan Sistematika Penulisan Laporan Praktek Kerja Industri
A.    Latar Belakang Pelaksanaan Laporan Praktek Kerja Industri
B.    Tujuan Praktek Kerja Industri
C.    Sasaran pokok Praktek Kerja Industri
D.    Tujuan pembuatan laporan Praktek Kerja Industri
E.     Metode Pengumpulan Data
F.    Sistematika Penulisan Laporan Praktek Kerja Industri

BAB II    PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI
Pada Bab ini membahas Gambaran umum ADC COMPUTER, Waktu Pelaksanaan Praktik Kerja Industri, Tempat Pelaksanaan Praktik Kerja Industri, Kompetensi yang diajarkan, Pembahasan Prakerin, dan Masalah yang dihadapi dan penanganan masalah.
A.    Gambaran umum ADC COMPUTER,
1.     Sejarah ADC COMPUTER,
2.     Visi dan Misi Perusahaan
3.     Kegiatan Perusahaan
4.     Struktur Organisasi
B.    Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktik Kerja Industri
C.    Kompetensi yang diajarkan
D.    Pembahasan Prakerin
E.    Masalah yang dihadapi dan penanganan masalah

BAB III    PENUTUP
Kesimpulan dan saran selama pelaksanaan Kerja Praktek ini.
A.     Kesimpulan
B.     Saran

DAFTAR PUSTAKA

       LAMPIRAN
  Berisi Jurnal Prakerin yang telah diketikan dengan komputer
BAB II
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI

A.    Gambaran Umum Perusahaan / Instansi
1.Sejarah singkat DU/DI
PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia. Pada awalnya di kenal sebagai sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegrap atau dengan nama “JAWATAN”.
        Pada tahun 1961 Status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel),PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro), dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Dan pada tahun 1974 PN Telekomunikasi disesuaikan menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa Telekomunikasi Nasional maupun Internasional. Pada tanggal 14 November 1995 di resmikan PT. Telekomunikasi Indonesia sebagai Nama perusahaan Telekomunikasi terbesar di Indonesia.
            TELKOM merupakan salah satu BUMN yang sahamnya saat ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (51,19%) dan oleh publik sebesar 48,81%. Sebagian besar kepemilikan saham publik (45,58%) dimiliki oleh investor asing, dan sisanya(3,23%) oleh investor dalam negeri. TELKOM juga menjadi pemegang saham mayoritas di 9 anak perusahaan, termasuk PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
             TELKOM menyediakan  jasa telepon tetap kabel (fixed wire line), jasa telepon tetap Nirkabel (fixed wireless), jasa telepon bergerak (mobile service), data/Internet serta jasa Multimedia lainnya.Tahun 2001 TELKOM membeli 35% saham Telkomsel dari PT INDOSAT sebagai bagian dari implementasi Restrukturisasi Industri jasa Telekomunikasi di Indonesia yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara TELKOM dan INDOSAT. Sejak Bulan Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan Telekomunikasi lokal.
Dalam meningkatkan usahanya serta memberikan proteksi yang sesuai dengan keinginan masyarakat, PT.Telkom telah membuka kantor-kantor Cabang dan Perwakilan yang terdapat di berbagai Regional yang terdiri dari 7 DIVRE yaitu :

1.    Divre 1 Sumatera,
2.    Divre 2 Jakarta,
3.    Divre 3 Jawa Barat
4.    Divre 4 Jawa Tengah & DI.Yogyakarta
5.    Divre 5 Jawa Timur
6.    Divre 6 Kalimantan
7.    Divre 7 Kawasan Timur Indonesia.
PT. Telkom Juga mempunyai anak perusahaan seperti, Telkomsel, /Indonusa, Infomedia, Graha Sarana Duta / GSD, Patrakom, Bangtelindo, PT FINNET Indonesia. Berikut adalah beberapa layanan Telekomunikasi TELKOM:

1.    TeleponTelepon tetap (PSTN), layanan telepon tetap yang hingga kini masih menjadi monopoli TELKOM di Indonesia Telkom Flexi, layanan telepon fixed wireless CDMA data/Internet
2.    TELKOMNet Instan, layanan akses Internet Dial Up TELKOMNet Astinet, layanan akses Internet berlangganan dengan fokus perusahaan ,speedy, layanan akses Internet dengan kecepatan tinggi

2.VISI DAN MISI TELKOM
Visi
To become a leading InfoCom player in the region
Telkom berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan InfoCom terkemuka di kawasan Asia Tenggara, Asia dan akan berlanjut ke kawasan Asia Pasifik.
Misi
Telkom mempunyai misi memberikan layanan " One Stop InfoCom Services with Excellent Quality and Competitive Price and To Be the Role Model as the Best Managed Indonesian Corporation " dengan jaminan bahwa pelanggan akan mendapatkan layanan terbaik, berupa kemudahan, produk dan jaringan berkualitas, dengan harga kompetitif.
Telkom akan mengelola bisnis melalui praktek-praktek terbaik dengan mengoptimalisasikan sumber daya manusia yang unggul, penggunaan teknologi yang kompetitif, serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan saling mendukung secara sinergis.






3.    STRUKTUR PT.TELKOM INDONESIA.Tbk

















B.Waktu dan tempat
Waktu pelaksanaan PRAKERIN dimulai pada pukul 08:00 am s/d 16:00pm, dan Bertempat di MDF(Main Distribution Frame) dan di Ruang dan Lapangan










C.Kompetensi Yang Diajarkan

NO.    KOMPETENSI    2011    KET
        BULAN KE-1    BULAN KE-2   
        1    2    3    4    1    2    3    4   
1    Pengenalan dan Perakitan Perangkat Komputer    √    √    √    √    √    √    √    √   
2    Pengecekan jaringan komputer    √    √    √    √    √    √    √    √   
3    Mendiagnosa Permaslahan jaringan        √                √    √    √   
4    Menyeting modem     √    √    √    √    √    √    √    √   
5    Menyambung kabel K.U    √    √    √    √    √    √    √    √   
6    Melakukan pemasangan telepon    √    √    √    √            √    √   
7    Penjumperan MDF                √                   
8        √    √    √    √    √    √    √    √   



D.Pembahasan PRAKERIN
Setting Modem Huawei Mobile Broadband E161

Gambar 1.Modem Huawei E161

TELKOM  mengeluarkan layanan mobile broadband menggunakan modem 3G Huawei Model E161. Jika menggunakan Windows, ketika modem ditancapkan ke port USB, secara otomatis ia akan menginstalasi aplikasi Mobile Partner. Namun jika menggunakan IGN2010, hal ini tidak terjadi. Anda harus sedikit melakukan konfigurasi menggunakan Network Manager Applet.
Network Manager Icon terletak di pojok kiri atas desktop Anda. Lihat gambar di bawah ini. Network Manager Icon seperti yang ada dalam lingkaran merah.


Gambar 2.Network Manager Icon
Ada 2 hal penting yang perlu diketahui :
1.    Meng-konfigurasi modem 3G (klik kanan)
2.    Menjalankan modem 3G (klik kiri)
Untuk mengkonfigurasi modem 3G, klik kanan Network Manager Icon. Untuk menjalankan modem 3G, klik kiri Network Manager Icon.
Konfigurasi Modem 3G

1. Klik kanan Network Manager Icon
2. Pilih Edit Connections hingga muncul jendela Network Connections
3. Pilih tab Mobile Broadband


Gambar 3.Network Connections
3.    Klik tombol Add hingga muncul Set up a Mobile Broadband Connect


Gambar 4.Set up a Mobile Broadband connection

5. Klik tombol Forward hingga muncul Choose Your Provider's Country


6. Pilih Indonesia


Gambar 5.Choose Your Provider’s Country
7. Klik tombol Forward hingga muncul Choose Your Provider
8. Pilih Telkomsel


Gambar 6.Choose Your Provider
9. Klik tombol Forward hingga muncul Choose your Billing Plan


10. Pada kolom Selected plan APN (Access Provider Name): indosatla


Gambar 7.Choose Your Billing Plan

11. Klik tombol Forward hingga muncul Confirm Mobile Broadband


Gambar 8.Confirm Mobile Broadband
12. Klik tombol Apply hingga muncul Editing Telkomsel Connection 1.
13. Masukan Password


Gambar 9.Editing Telkomsel Connection

14. Klik tombol Apply hingga muncul jendela Network Connections lagi

Gambar 10.Network connectionS


E.Masalah yang di hadapi dan penanganan masalah
Hal tidak wajar terjadi pada modem HSDPA Huawei E161 yang baru saja ter setting , yakni tidak terdeteksi sebagai modem di Ubuntu 10.04 yang di  pakai. Modem tersebut hanya terdeteksi sebagai usb-storage saja.

Setelah di  googling sana-sini, saya mendapat informasi bahwa hal tersebut adalah bug, yakni id dari device tersebut tidak terdapat di dalam file modem-modeswitch list.Berikut ini langkah sederhana agar Huawei E161 dapat terdeteksi sebagai modem :
1.Buka Terminal, masukkan perintah berikut :
$ sudo apt-get install udev
2.Jika aplikasi udev sudah terinstall di Ubuntu Anda, skip saja langkah di atas.
3.Masukkan kembali perintah berikut ke Terminal :
$ sudo gedit /lib/udev/rules.d/61-option-modem-modeswitch.rules
4.Tambahkan baris berikut di akhir baris file 61-option-modem-modeswitch.rules tersebut :
ATTRS{idVendor}==”12d1″, ATTRS{idProduct}==”1446″, RUN+=”modem-modeswitch -v 0x%s{idVendor} -p 0x%s{idProduct} -t option-zerocd”
5.Klik tombol Save, lalu restart komputer Anda.
6.Nah, sekarang seharusnya modem Huawei E161 sudah dapat terdeteksi dengan baik, coba buka Terminal dan ketikkan perintah berikut :
$ lsusb
7.Jika sudah muncul baris yang dilingkari seperti di bawah ini, maka Huawei E161 sudah dapat dipakai sebagai modem.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
         Pada dasarnya menginstal software itu cukup mudah, dengan  menginstal software sendiri, kita dapat menentukan jenis software dan kelebihan dari software itu sendiri serta fasilitas dari software yang sesuai dengan kebutuhan.
                 
B.    Saran
         Pada dasarnya Kegiatan prakerin sangat bermanfaat bagi para siswa-siswi  khususnya siswa-siswi SMK MANBA’UL’ULUM. Dengan adanya kegiatan prakerin siswa di tuntut untuk mempunyai sikap mandiri dan mampu berinteraksi dengan orang lain sehingga siswa diharapkan dapat memiliki keterampilan serta wawasan yang tinggi. Prakerin dapat menunjang siswa untuk menjadi tenaga kerja menengah yang ahli dan professional dalam bidangnya yang mampu memenuhi pasar nasional atau bahkan internasional. Dengan begitu siswa-siswi akan mempunyai sikap yang akan menjadi bekal dasar pengembangan diri secara berkelanjutan dan dapat mengamalkan apa yang telah di perolehnya, dalam kehidupan sehari-hari.

































1 komentar: